Skip to main content

Posts

Di Meja Makan - Kancil dan Timun Mas (Bag 6)

Semua makanan telah tersaji di meja makan. Kancil, Imas, serta Ibunya telah duduk bersama. Dengan ramah, Ibu Imas menawarkan makanan kepada tamu yang bahkan belum menyebutkan namanya. "Ayo makan! Makan saja ala kadarnya. Tak perlu sungkan." Kancil melihat makanan yang tersaji di hadapannya. Ada beras yang direbus dan berubah menjadi lembik dan panas, Ada daun bayam yang dicampur dengan air panas yang membuat daun itu layu, ada juga timun yang menjadi lingkaran karena dipotong-potong. Semuanya terlihat ganjil bagi makhluk yang selama ini hidup di hutan. Tapi ada satu makanan yang membuat Kancil mengerinyitkan dahi manusianya. "Apa itu?" tanya Kancil sambil menunjuk makanan yang membuatnya penasaran. Kancil tidak yakin itu terbuat dari sayur apa. "Itu ayam goreng. Cobalah!" ucap Imas sambil menahan tawanya. "Ternyata ada juga manusia yang tidak tahu ayam goreng." pikirnya. "A...Ayam?" Kancil terkejut. "Iya, ada apa."...

Segelas Air - Kancil dan Timun Mas (Bag 5)

Kancil terlihat sangat gugup. Gadis itu terlihat dengan ramah membawa nampan dengan 3 gelas air. Pakaiannya kuning menyala dengan kain batik panjang sebagai roknya. Rambutnya yang terikat tunggal terlihat berkilau karena masih basah. Tubuhnya mulai menunduk dan meletakan nampan dengan 3 gelas air itu di atas meja, tepat di depan kancil. Kancil sangat gugup. "Bagaimana caranya meminum air dari tempat seperti itu." pikirnya. Kancil tahu bahwa manusia menggunakan tangannya untuk makan dan minum. Itu karena tubuh manusia tidak jauh beda dengan tubuh monyet yang juga. Walau begitu Kancil tetap tidak pernah makan dengan tangan, dia sendiri belum pernah menggenggam apapun dengan tangan manusianya itu. "Kenapa nak? Ayo diminum." ucap Ibu itu karena melihat Kancil yang terus terdiam menatap gelas yang berisi air itu. "Imas, bawa juga nasi dan lauk kemari ya!" "Baik bu." ucap gadis itu dan menghilang menuju dapur. Ibunya juga mengikuti Imas dari bela...

Mata Mereka Bertemu - Kancil dan Timun Mas (Bag 4)

Mentari terlihat malu-malu menampakan sinarnya. Cahayanya mulai mengenai sebuah rumah sederhana di antara banyak rumah lain disekitarnya. Rumah itu tidak terlihat istimewa, namun halaman belakang yang luas penuh dengan berbagai tanaman seperti timun, lobak dan wortel tumbuh dengan rapi dan indah. Seorang gadis terlihat sibuk menyirami tanaman itu dengan penuh kasih sayang. Cahaya mentari mulai menyilaukan mata gadis itu, membuat wajah manisnya terlihat lebih cerah dan hangat. "Imas, kenapa kamu tidak membangunkan ibu, nak?" terlihat seorang wanita tua keluar dari balik pintu "Maaf Bu, Imas tak tega membangunkan Ibu. Ibu terlihat lelah." ucap gadis itu sambil meletakan penyiram. "Sudah disiram semuanya?" tanya Ibunya. "Sudah. Ini ada beberapa timun yang harus Imas Panen." "Kamu mandi dulu sana. Biar Ibu yang petik timunnya." "Baik bu." ucap Imas. Lalu dia menghilang dibalik bilik kamar mandi. Wanita tua itu mulai memet...

The Wolf Who Falling in Love with Little Red Riding Hood - Kagamine Rin Len (Indonesia Translyric)

 Serigala yang Jatuh Cinta dengan Si Kerudung Merah Produser: Hitoshizuku x Yamasenkai Adegan yang dimulai, bukanlah sebuah kebetulan Dari jauh aku lihat, merah yang bergoyang sebuah bayangan yang kulihat, dihutan yang sangat lebat Semuanya dimulai dan ku terus berlari Pertemuan itu 'akhir' di dalam skenario jadi aku memutar untuk menghindarimu Ku ingin bertemu, ingin menyapamu Ingin berbicara dengan mu kau lemah dan aku yang licik pertemuan kita adalah akhir Sunggu kejam dan terkutuk akhir ini tak akan berubah Kenapa kau, kenapa aku Sang Serigala dan Si Kerudung Merah Ku tahu hari ini kau, melewati jalan ini lagi dan tak ada yang kulakukan, hanya mengawasimu Kau sembunyi di pohon, seperti yang sering kau lakukan aku hanya lewat, pura-pura tak melihat Mata kita, tak bertemu Suara kita, tak kan sampai Hanya nafas ini yang terus menghela Tak bertemu, tak bersentuh Tak berbicara, itu tak apa Kau tak berdaya, aku yang ceroboh tak apa selama kita d...

Menjadi Manusia - Kancil dan Timun Mas (Bag 3)

"Apa yang kalian lakukan? Kenapa aku bisa seperti ini?" maki Kancil sambil melihat pantulan dirinya dari kolam itu. Tidak ada lagi bulu coklat keemasan atau kaki kecilnya atau mata hitamnya yang besar. Semua telah berubah menjadi bentuk yang terasa asing namun terlihat sangat familiar. Bentuk seorang manusia. "Kancil oh kancil, kami bisa mengubah mu menjadi dirimu kembali. Namun ada syaratnya" "Syarat? "tanya Kancil. "Syarat apa?" "Di sisi lain selatan hutan ini ada sebuah perkampungan. Cari sebuah rumah dengan kebun timun di halamannya. Temukan Timun Mas dan bawa kemari." "Timun Mas?" Kancil heran. "Apa ada timun berwarna emas?" "Tentu saja ada. Sebaiknya kau cari cepat. Jika dalam 3 hari kau tidak kembali dengan Timun Mas, kau kan jadi manusia selamanya." ancam Raksasa Tanpa berkata apapun kancil melangkah pergi. Namun sebuah suara menghentikanya. 'Hei, sebaiknya kau pakai ini. Manusia t...

Kancil dan Raksasa - Kancil dan Timun Mas (Bag 2)

"MOONYEEET." teriak Kancil dengan putus asa. Raksasa itu menggenggam tubuh Kancil hingga teriakannya tertahan. Dengan langkah besarnya, raksasa itu membawa Kancil masuk ke dalam sisi hutan yang belum pernah dimasuki Kancil.  Suara tawanya terdengar keras seperti gemuruh dari langit. "Sepertinya kau tidak secerdik apa yang kami pikirkan." ucap Raksasa itu. Raksasa itu berhenti tepat di sebuah lembah besar di kaki gunung. Di sana ada gua dan muncul dua raksasa lain yang wajahnya sama jeleknya dengan raksasa yang kancil bawa. "Selamat datang di rumah kami Sang Kancil yang cerdik." ucap Raksasa besar berotot dengan hidung besar dan rambut botak di depan. "Kau yakin ini Kancil yang itu. Dia terlalu mudah untuk di tangkap. Bahkan lebih mudah dari seekor katak. Hahahaha." ucap Raksasa dengan rambut panjang dan hidung peseknya. "Tentu saja. Hanya ada satu Kancil yang bisa bertahan hidup di hutan itu." ucap Raksasa yang berdiri di mu...

VOCALOID - Suara Robot yang menyadarkan dunia.

Apa anda bosan dengan lagu yang dinyanyikan oleh manusia? Berarti saatnya anda beralih menuju masa depan. Masa depan dimana bukan hanya manusia yang dapat bernyanyi tapi perangkat lunak juga dapat bernyanyi.   Masa depan tersebut telah hadir hari ini dengan nama Vocaloid.  Vocaloid 2 Art By: jjem12.deviantart.com  Vocaloid adalah software Voice Synthersizer yang dikembangkan oleh Crypton Future Media yang juga merupakan anak perusahaan dari YAMAHA. Vocaloid mampu membuat dan menghasilkan suara Vokal yang jelas dan khas. Selain itu Vocaloid juga mampu bernyanyi sesuai dengan nada dan ritme yang diinginkan sang pengguna.  Awalnya Vocaloid mengalami kegagalan. Itu dikarenakan Vocaloid yang saat itu berbahasa Inggris masih terasa   janggal oleh masyarakat setempat.” Mana mungkin ada yang ingin membayar untuk mendengar aplikasi bernyanyi?” mungkin itulah yang mereka pikirkan. Lalu Vocaloid juga dibuat berbahasa Jepang. Namun respon yang diterima ...